Posted on January 15th, 2026
“Most of the important things in the world have been accomplished by people who have kept on trying when there seemed to be no hope at all.” (Dale Carnegie) Namanya Ellisa Nursabilah. Keluarga memanggilnya Icha. Ia tumbuh di Kampung Cimanggu, Desa Bunihara, Anyer, sebuah kampung sederhana di Banten, tempat jarak sering kali terasa lebih panjang dari angka kilometer di peta. Dari rumahnya, perjalanan ke kampus di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa memakan hampir 46 km. Ke rumah sakit di Serang juga sekitar itu. Bahkan ke RS Harapan Kita di Jakarta, tempat ibunya dirawat, jaraknya mencapai 121 km. Tapi dalam hidup Icha, yang paling jauh bukanlah jarak, melainkan ketabahan yang harus ditempuh hari demi hari. Tahun 2021 Menjadi Titik Ujian Ibunya, Ena, divonis sakit jantung dan harus menjalani operasi besar. Kaget? Tentu. Takut? Pasti. Proses persiapan operasi bahkan sempat mundur dua kali, memaksa mereka mengulang segalanya dari awal selama
Posted on January 9th, 2026
“The human capacity for burden is like bamboo – far more flexible than you’d ever believe at first glance.” (Jodi Picoult) SAPAAN SEJUK pagi-pagi di hari terakhir tahun 2025. Istriku sedang sibuk memberikan briefing pada assisten Rumah Tangga kami untuk persiapan kumpul keluarga malam nanti. Saya tertegun, tetapi juga senyum mendengar ada anggota keluarga yang datang dan bertanya: Apa Yang Bisa Saya Bantu? Menjadi menarik karena pertanyaan itu yang akan menjadi esensi renungan yang akan saya bawakan menjelang akhir tahun nanti. Berikut foto bersama keluarga jelang akhir tahun. Sukacita Keluarga Besar Warna warni sukacita sudah dimulai sejak kami berkumpul bersama untuk merayakan Hari Natal. Saat membagi cerita di Sosmed, kami menampilkan foto berikut dengan caption: Hari Natal ini kami berkumpul sebagai keluarga—lintas suku, lintas iman. Natal kami rayakan dengan kasih, tawa, dan rasa saling menghormati. Karena keberagaman bukan untuk diperdebatkan, tapi untuk dirayakan. Menjelang tutup tahun 2025,
Posted on December 19th, 2025
“There is a light within each of us that can never be diminished or extinguished. It can only be obscured by forgetting who we are.” (Deepak Chopra) Minggu lalu, saya kembali mengunjungi Unilever Indonesia, tempat di mana lebih dari 30 tahun hidup saya pernah bertumbuh, berkarya, jatuh-bangun, belajar tentang arti tanggung jawab, dan kepemimpinan. Langkah kaki saya mungkin hanya singgah sebentar, tetapi hati saya tertahan cukup lama. Saya tertegun sejenak melihat sebuah hiasan sederhana namun kuat maknanya: “The Light Within Us” Brighten Everyday Life for All Kalimat itu seperti berbicara langsung kepada saya. Bukan sekadar slogan korporasi, melainkan sebuah panggilan jiwa. Ia mengingatkan bahwa di dalam setiap diri kita, selalu ada cahaya. Cahaya yang bukan untuk disimpan, tetapi untuk dibagikan. Cahaya yang tugasnya bukan menyilaukan, melainkan menerangi, menghadirkan kejelasan, harapan, dan arah bagi orang lain, bahkan dalam hal-hal paling sederhana dari kehidupan sehari-hari. Cahaya Itu Ada di Dalam,
Posted on December 12th, 2025
“The first person you lead is yourself.” (John C. Maxwell) KEBIASAAN sederhana yang sering diremehkan, tetapi menjadi fondasi dari profesionalisme dan kepemimpinan: DISIPLIN terhadap waktu. Datang tepat waktu bukan hanya mengatur jadwal, tetapi menunjukkan rasa hormat dan komitmen kepada orang lain. John C. Maxwell pernah berkata, “The first person you lead is yourself.” Dan disiplin waktu adalah bukti paling jelas bagaimana kita memimpin diri sendiri. Mengapa Ontime Itu Penting? Saya sering diingatkan untuk menyimak pelajaran yang disajikan alam semesta setiap hari. Dan hari itu saya diminta untuk sharing di depan para leaders Perusahaan dengan tema: Becoming an Engaged Leader through STAR Values. Salah satu butir Valuesnya adalah Reliable, yang menggaris-bawahi DISIPLIN. Dan para leaders hendaknya menjadi contoh hidup sesuai values perusahaan, termasuk disiplin. Contoh tidak diberikan melalui slogan, tapi pribadi mereka, perbuatan mereka setiap hari. Berikut foto bersama peserta. Kesempatan ini saya ingin mengajak pembaca sekalian untuk mencermati
Posted on December 5th, 2025
“Always remember that everyone with whom you have a relationship has an invisible sign on their forehead that says ‘Make Me Feel Important.’ Treat them accordingly” (Eric Philip Cowell) PERJUANGAN demi Sumber Daya Manusia yang lebih baik, memberikan dampak luas. Dalam berbagai moment dalam Perusahaan, kami sering menyampaikan kepada para leader: Your employees are your first customers. If they’re not excited about your brand, your customers won’t be either. Dalam menjalankan fungsi di HR, kami menyaksikan setiap hari bahwa: people who feel respected and trusted deliver magic moments for customers. Karena itu menurut hemat saya: membangun Great Customer Experience harus diawali dari dalam Perusahaan kita, bagaimana kita memimpin, bagaimana kita luangkan waktu untuk mendengarkan dengan telinga dan hati, dan bagaimana kita membuat karyawan kita merasakan bekerja di Perusahaan. Tentu saja merasa nyaman, didengar dan dihargai. Momen Penting Indonesia Customer Experience Saya berkesempatan untuk hadir dan berbagi pengalaman membangun Employee
MENGAWALI KARIERNYA di PT Unilever Indonesia sebagai Management Trainee, Januari 1980, Josef terus menapaki tangga karier selama 31,5 tahun, termasuk 2.5 tahun sebagai Regional
josef:
Terima kasih mba Yana, kita semua sedang belajar asalkan kita membuka mata dan hati kita untuk menyimak semua...
Sriroosyana:
Saya belajar, Saya sedang menjalaninya satu per satu Doakan saya ya, Tata..
josef:
Terima kasih ka Sofia. Senang ada yang bisa dipetik, dibawa pulang. Salam
sofia:
Do you care about me (connection)? Can you help me (competency)? Can I trust you (character)? ini yang akan...
josef:
Terima kasih coach. Kita saling berbagi inspirasi. Di blog ini ada lebih dari 1000 tulisan. Yang baru...
Dapatkan update dari Blog Josef Bataona melalui email Anda. Atau Follow Twitter dan Facebooknya.