Posted on May 2nd, 2025
“The need to leave a legacy is our spiritual need to have a sense of meaning, purpose, personal congruence, and contribution.” (Stephen Covey) WAKTU BERKARYA PENUH sudah kulalui. Saat memasuki masa purna bakti, niatnya adalah untuk lebih banyak meluangkan waktu dengan keluarga, sekaligus terus memberikan dampak positif kepada lingkungan. Hal tersebut saya lakukan melalui: sharing pengetahuan dan pengalaman kepada yang membutuhkan, coaching, menulis buku atau di blog dan social media dan lain2. Dan tentu saja saya akan terus niatkan bahwa luangkan waktu berharga untuk keluargapun penting. Liburan ini merupakan bagian dari kesadaran ini. Bersyukur Sambil Mempertebal Harapan Hari pertama liburan kami luangkan untuk ngopi di cafe yang sangat strategis lokasinya, seperti yang sudah kami sampaikan di postingan lalu. Tentu saja latar belakang ini menggoda untuk dikunjungi. Kami hanya berjalan kaki dalam dinginnya udara 6° Berikut beberapa foto rekaman. Kunjungan singkat ini sekaligus mengingatkan kami akan HARAPAN perjalanan ke
Posted on April 25th, 2025
“Children will not remember you for the material things you provided, but for the feeling that you cherished them.” (Richard L. Evans) MAKNA itu kita yang berikan kepada dunia ini. Kepada lingkungan kita, kepada pengalaman hidup kita, kepada apa saja yang dihadirkan universe di depan kita setiap hari. Dan semua itu sebetulnya disajikan untuk pembelajaran kita. Untuk apa? Untuk bisa tumbuh menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Perjalanan liburan kali ini, juga dimanfaatkan untuk bersama memotret berbagai peristiwa kehidupan, dimaknai secara bijak dan diangkat sebagai bahan pembelajran. Saat sarapan seperti ini, kami terus mereview itinerary untuk menyepakati kembali agenda hari itu. Nama Sarat Makna Sarapan kali ini mengambil tempat di Angel-in-us Cafe. Tergelitik untuk memaknai nama Cafe ini, yang memang sudah eksis di Indonesia. Bisa dibaca sebagai nama orang, Angelinus, atau dipisah, Angel In Us. Apa Angel dalam diriku? Mereka yang senantiasa menemani dan mengingatkanku tentang berbagai kebaikan.
Posted on April 17th, 2025
“Life is too short to worry about anything. You had better enjoy it because the next day promises nothing.” – Eric Davis LIBUR LEBARAN tahun ini cukup panjang, sama seperti tahun sebelumnya. Kami bertiga sepakat untuk meluangkan waktu di Seoul, fokus pada kuliner lokal. Kalau pada hari pertama Lebaran, di rumah Pamulang, kami disuguhi Ayam Tuturuga khas Manado, maka pada hari kedua Lebaran, kami sepakat untuk mencicipi Samgyetang di Resto di Myeong Dong, Seoul. Hanya sepelemparan batu dari hotel. Menyadari bahwa tidak semua pengunjung memahami tata cara makan samgyetang, pemilik restoran sengaja menyediakan tatakan piring dengan tulisan tentang urutan menikmati hidangan khas tersebut. Sebuah edukasi sederhana tapi perlu. Memaknai Kebersamaan saat Ngopi Sore Seperti yang disampaikan diatas, fokus kami adalah kuliner lokal. Tempat-tempat turis seputar Seoul pernah kami kunjungi bersama tour dari Indonesia beberapa tahun lalu. Sore itu, di lantai dua di Pines Coffee, kami memulai langkah untuk
Posted on April 11th, 2025
“Listen earnestly to anything your children want to tell you, no matter what. If you don’t listen eagerly to the little stuff when they are little, they won’t tell you the big stuff when they are big, because to them all of it has always been big stuff.” (Catherine M. Wallace) Banyak momen yang tersedia untuk kita tanggapi secara positif serta memberdayakannya secara maksimal. Momen Lebaran bukan sekedar sesuatu yang rutin berulang setiap tahun. Ini merupakan momen untuk terus mempererat kebersamaan keluarga. Keluarga kami memang berasal dari ragam suku dan daerah: Lamalera NTT, Manado, Balikpapan, Betawi, Lampung, Jawa, Palembang, Sunda, Padang. Juga ragam agama: Muslim, Katolik, Protestan. Tahun ini keluarga yang jauh diperantauan juga datang dari Seattle Amerika juga Vietnam. Terasa dunia ini tak lagi bersekat. Semua terlibat dalam canda dan tawa, saling berbagi cerita, asyik menikmati hidangan Lebaran, dan tentu saja tidak lupa merekamnya dalam foto bersama, walau
Posted on March 21st, 2025
“80% of leaders attract followers, 10% of leaders attract leaders, 5% of leaders reproduce leaders.” (John C. Maxwell) Leader yang berpengaruh, adalah leader yang dipercaya karena punya integritas. Mereka hidup sesuai nilai-nilai positif yang mereka anut. Dalam berbagai kesempatan, John C. Maxwell selalu menggaris-bawahi bahwa Leadership = Influence. Atau dengan kata lain, pengaruh seorang leader dimungkinkan kalau dia dipercaya karena integritasnya. Diapun diharapkan bisa menjadi role model bagi orang lain. Diharapkan leader seperti itu akan terus menciptakan leaders lebih banyak lagi. Sepanjang hari, pa David Tjokrorahardjo memfasilitasi sesi: Becoming a Person of Influence. Nurturing Influencer is a Giver Menanam pengaruh pada orang lain, seperti layaknya menanam sebuah pohon buah. Kita perlu mencari lahan yang tepat, menanam, merawatnya dengan sepenuh hati, menyiram dan memupukinya hingga dia berbuah. Dalam pembinaan manusia, ini peran leader sebagai influencer. Mereka adalah Motivator andal. Seorang Influencer juga disebut sebagai GIVER, karena mengutamakan MEMBERI bukan
MENGAWALI KARIERNYA di PT Unilever Indonesia sebagai Management Trainee, Januari 1980, Josef terus menapaki tangga karier selama 31,5 tahun, termasuk 2.5 tahun sebagai Regional
josef:
Terima kasih pak Aktry Sani Husni, kalau saya bisa kalianpun bisa, dimulai dengan hal kecil keseharian. Yang...
Aktry sani Husni:
Bapak luar biasa, banyak ide sederhan yang muncul setelah mendengarkan materi bapak. Salah satu nya...
josef:
Terima kasih sama2 Lia, ditengah kesibukanmu dalam perjalanan baru, masih sempat menyimak tulisan ini dan...
lia catri:
Mungkin inilah makna Develop yang semakin diperkaya dewasa ini. Bukan hanya: How do I become better?...
josef:
Terima kasih mba Rani, untuk memberikan ulasan tambahan tentang apa yang dihayati saat menyimak paparanku....
Dapatkan update dari Blog Josef Bataona melalui email Anda. Atau Follow Twitter dan Facebooknya.