Posted on August 20th, 2013
Telpon terus berdering lebih dari 5 kali, tanpa ada yang menanggapi. Pemilik telepon itu memang sedang tidak ada di tempat, tapi di sekitar itu paling tidak ada 5 orang yang mendengar dering telpon itu, tapi tidak dihiraukan. Atau, di atas meja karyawan itu ada tumpukan surat promosi yang belum diproses. Dia terlalu sibuk, mungkin karena dianggap masih ada hari esok. Apalagi tidak ada yang berani protes. Seberapa sering kita menyaksikan situasi seperti ini?? Jujur saja: sering! Berapa sering kita adalah pelaku nya? Tidak usah dijawab. Namun demikian, kisah seperti ini terus berulang. Continue reading
Posted on August 16th, 2013
Dalam berbuat kebaikan, termasuk kebaikan bagi masyarakat, tidak ada istilah lelah. Karena akan tiba waktunya kita menuai hasilnya, hasil yang terkadang tidak kita duga. Salah satu program yang paling bisa dan sering saya gunakan sebagai contoh, adalah “Care for Area Surrounding,” program kepedulian yang dilakukan perusahaan untuk masyarakat seputar lokasi tempat kita bekerja. Seperti apa? Continue reading
Posted on August 2nd, 2013
Buka Puasa bersama Karyawan di Kantor Pusat, mengambil Tema: Meningkatkan Potensi Diri di Bulan Penuh Berkah. Renungan dalam kaitan dengan dimensi spiritual, biarkan pakarnya yang membahas: Prof. Dr. Dadang Hawari. Karena itu dalam sambutan saya mewakili Direksi, saya fokus pada dimensi keseharian di tempat kerja: Mengenali Potensi Diri sebagai karyawan. Langkah mengenali potensi diri ini perlu dilakukan agar kita bisa meningkatkan potensi-potensi tersebut, demi menambah MAKNA dan tugas sehari-hari. Continue reading
Posted on July 30th, 2013
DALAM PEMAPARAN ORGANISASI, ataupun dalam pembagian tugas-tugas, saya belum pernah mendapatkan pembagian berdasarkan penting atau tidak pentingnya job. Bahkan dalam pemetaan job berdasarkan hirarki, tidak disebutkan bahwa hirarki yang lebih tinggi, lebih penting dibandingkan hirarki yang lebih rendah. Kalau memang demikian, layakkah seseorang merasa bahwa dirinya, pekerjaannya, atau divisinyalebih penting dibandingkan yang lain?? Continue reading
Posted on July 26th, 2013
Elisa Ratna, mahasiswi jurusan communication, memulai pembicaraan ini. “Bapak sangat sibuk, bagaimana mengatur waktu? Apakah masih ada waktu untuk istirahat, relax?? Malam ini hadir di acara Buka Puasa Bersama, besok dan lusa pasti ada banyak lagi acara yang menunggu setelah jam kerja. Masih adakah waktu untuk keluarga?? Saya saja dengan kegiatan tidak seberapa, sulit sekali mengatur balanced life.” Elisa akan terus dengan pertanyaan-pertanyaan lainnya, kalau saya tidak interupsi untuk meminta klarifikasi: Apa sebetulnya terlintas di pikiran Elisa, pada waktu berbicara tentang Balanced Life?? Continue reading
MENGAWALI KARIERNYA di PT Unilever Indonesia sebagai Management Trainee, Januari 1980, Josef terus menapaki tangga karier selama 31,5 tahun, termasuk 2.5 tahun sebagai Regional
josef:
Terima kasih pak Aktry Sani Husni, kalau saya bisa kalianpun bisa, dimulai dengan hal kecil keseharian. Yang...
Aktry sani Husni:
Bapak luar biasa, banyak ide sederhan yang muncul setelah mendengarkan materi bapak. Salah satu nya...
josef:
Terima kasih sama2 Lia, ditengah kesibukanmu dalam perjalanan baru, masih sempat menyimak tulisan ini dan...
lia catri:
Mungkin inilah makna Develop yang semakin diperkaya dewasa ini. Bukan hanya: How do I become better?...
josef:
Terima kasih mba Rani, untuk memberikan ulasan tambahan tentang apa yang dihayati saat menyimak paparanku....
Dapatkan update dari Blog Josef Bataona melalui email Anda. Atau Follow Twitter dan Facebooknya.