Posted on August 23rd, 2013
Bagi seorang perfeksionis, setiap pekerjaan yang dilakukan harus memberikan hasil yang sempurna, melalui proses yang juga sempurna. Tidak ada kompromi untuk hasil yang kurang dari itu. Karena itu mereka akan melakukannya berulang kali untuk mendapatkan hasil yang sempurna, atau justru menghindari pekerjaan yang tidak dapat mereka lakukan dengan hasil sempurna. Benarkah selalu harus seperti itu? Continue reading
Posted on August 20th, 2013
Telpon terus berdering lebih dari 5 kali, tanpa ada yang menanggapi. Pemilik telepon itu memang sedang tidak ada di tempat, tapi di sekitar itu paling tidak ada 5 orang yang mendengar dering telpon itu, tapi tidak dihiraukan. Atau, di atas meja karyawan itu ada tumpukan surat promosi yang belum diproses. Dia terlalu sibuk, mungkin karena dianggap masih ada hari esok. Apalagi tidak ada yang berani protes. Seberapa sering kita menyaksikan situasi seperti ini?? Jujur saja: sering! Berapa sering kita adalah pelaku nya? Tidak usah dijawab. Namun demikian, kisah seperti ini terus berulang. Continue reading
Posted on August 16th, 2013
Dalam berbuat kebaikan, termasuk kebaikan bagi masyarakat, tidak ada istilah lelah. Karena akan tiba waktunya kita menuai hasilnya, hasil yang terkadang tidak kita duga. Salah satu program yang paling bisa dan sering saya gunakan sebagai contoh, adalah “Care for Area Surrounding,” program kepedulian yang dilakukan perusahaan untuk masyarakat seputar lokasi tempat kita bekerja. Seperti apa? Continue reading
Posted on August 2nd, 2013
Buka Puasa bersama Karyawan di Kantor Pusat, mengambil Tema: Meningkatkan Potensi Diri di Bulan Penuh Berkah. Renungan dalam kaitan dengan dimensi spiritual, biarkan pakarnya yang membahas: Prof. Dr. Dadang Hawari. Karena itu dalam sambutan saya mewakili Direksi, saya fokus pada dimensi keseharian di tempat kerja: Mengenali Potensi Diri sebagai karyawan. Langkah mengenali potensi diri ini perlu dilakukan agar kita bisa meningkatkan potensi-potensi tersebut, demi menambah MAKNA dan tugas sehari-hari. Continue reading
Posted on July 30th, 2013
DALAM PEMAPARAN ORGANISASI, ataupun dalam pembagian tugas-tugas, saya belum pernah mendapatkan pembagian berdasarkan penting atau tidak pentingnya job. Bahkan dalam pemetaan job berdasarkan hirarki, tidak disebutkan bahwa hirarki yang lebih tinggi, lebih penting dibandingkan hirarki yang lebih rendah. Kalau memang demikian, layakkah seseorang merasa bahwa dirinya, pekerjaannya, atau divisinyalebih penting dibandingkan yang lain?? Continue reading
MENGAWALI KARIERNYA di PT Unilever Indonesia sebagai Management Trainee, Januari 1980, Josef terus menapaki tangga karier selama 31,5 tahun, termasuk 2.5 tahun sebagai Regional
josef:
Terima kasih Lukas, bergerak ke segala arah dan disetiap momen. Tak henti menularkan kebaikan, termasuk...
Lukas:
Selalu terinspirasi. Integritas tidak sekedar slogan tetapi menjadi Movement. Bergerak dari dari atas...
josef:
Langka awal adalah menyadari, lalu mencermati saya bisa apa dan apa yang perlu saya lakukan untuk bisa mulai...
josef:
Betul Icha: Respek dan Trust harus dibangun secara tulus. Dengan demikian kita bisa berkolaborasi dengan satu...
josef:
Terima kasih Icha untuk highlightnya. Sering kita lupa, kalau di keluarga hadir berbagai generasi yang juga...
Dapatkan update dari Blog Josef Bataona melalui email Anda. Atau Follow Twitter dan Facebooknya.